October 22, 2019
Pertanian

Bawang Merah Jadi Produk Unggulan Banjarrejo

Bawang Merah Jadi Produk Unggulan Banjarrejo

Panen bawang merah di Desa Banjarrejo bersama Aparatur Desa, Forkopincam, dan Dinas Pertanian Lamtim. (Photo By Aan)

LAMPUNG TIMUR (lampungadhigana.com). Kelompok Tani Maju 1, Dusun Menur, Desa Banjarrejo (Bedeng 38), Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, menggelar acara panen bawang merah dengan tema "Panen Bawang Merah Bersama Bupati Lampung Timur" pada Kamis (20/08). Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, camat, dan forkopincam Kecamatan Batanghari, sementara Bupati Kabupaten Lampung Timur, Chusnunia Chalim, berhalangan untuk hadir.

Dalam sambutannya, Parwoto, Ketua Kelompok Tani Maju 1, berharap kepada pemerintah daerah, khususnya dinas pertanian, agar dapat memberikan program-program untuk kemajuan petani bawang merah di masa mendatang.

"Kami sangat berharap ada program-program dari pemerintah daerah terkait budidaya bawang merah. Saat ini sebenarnya sudah ada perhatian, oleh sebab itu kami meminta program-program lanjutan agar kami bisa semakin maju. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur atas bantuan handtractor kepada kelompok kami," ujar Parwoto.

Selanjutnya, Camat Kecamatan Batanghari, Rohiman, S.IP., menyatakan bahwa komoditi bawang merah cocok dibudidayakan di Kecamatan Batanghari.

"Jika memang budidaya bawang merah berhasil dikembangkan di Desa Banjarrejo ini, saya berharap bisa dikembangkan juga di desa-desa lainnya," kata Rohiman. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Banjarrrejo, S.G. Puspito, S.IP. yang juga sangat mendukung program budidaya bawang merah sehingga bisa menjadi produk unggulan desa serta mengurangi ketergantungan pada pasokan bawang dari luar daerah ataupun impor.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur, Ir. H. M.Yusuf HR,  yang dalam hal ini mewakili Bupati Lampung Timur, menjelaskan bahwa saat ini ada program bantuan terkait budidaya bawang merah dari pusat melalui provinsi sekitar 20-25 hektar.

"Terkait bawang merah, tahun ini sebenarnya ada bantuan untuk Provinsi Lampung, tetapi sayangnya hanya sedikit, sehingga untuk Kecamatan Batanghari saat ini belum kebagian. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita usahakan bantuan lebih banyak," jelas Yusuf.

Budidaya bawang merah, masih menurut Yusuf, dapat menambah penghasilan dan mengurangi resiko pertanian, terutama petani padi.

"Produktivitas bawang merah di sini bisa melampaui Brebes yang selama ini menjadi kiblat untuk bawang merah. Dengan hasil tersebut petani dan pemerintah tidak perlu ragu untuk penganggaran program budidaya bawang merah," pungkas Yusuf.| r-1/AH/AS