February 21, 2019
Ekonomi Dan Pariwisata

Adiwarno Tingkatkan PADes Melalui Pariwisata

Adiwarno Tingkatkan PADes Melalui Pariwisata

Lokasi "Embung Wisata Kali Temen" Desa Adiwarno

BATANGHARI (lampungadhigana.com) "Dana Desa (DD) dikucurkan pemerintah pusat ke pemerintah desa memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik warga desa maupun bagi perangkat desa. Salah satu langkah untuk mewujudkan kesejahteraan tersebut adalah dengan mengalokasikan Dana Desa untuk hal-hal yang produktif atau menghasilkan. Dana Desa harus mampu menambah peluang kerja masyarakat dan mengurangi pengangguran, paling tidak untuk warga desa sendiri,"  papar Gunaryo, Kepala Desa Adiwarno, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, saat ditemui wartawan Surat Kabar Lampung Adhigana di lokasi pembangunan yang menggunakan Dana Desa (1/19).

Dengan Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat ke Desa Adiwarno, Gunaryo bersama masyarakat di Tahun 2018 membangun infrastruktur yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes), yaitu pembangunan bidang pariwisata.

“Sesuai potensi yang ada di Desa Adiwarno, masyarakat sepakat membangun embung yang nantinya akan diproyeksikan sebagai destinasi wisata. Pembangunan embung ini bisa dua manfaat, selain untuk tempat penampungan air yang bisa dipergunakan jika musim kemarau juga bisa dijadikan tempat wisata yang nantinya akan berdampak pada penghasilan desa,” jelas Gunaryo.

Sesuai rincian anggaran yang tercantum pada Baliho APBDes Tahun 2018 Desa Adiwarno yang dipasang di depan balaidesa dan tempat strategis lainnya, pembangunan embung wisata volume 40 x 50 meter menggunakan Dana Desa  sebesar Rp. 206.232.000,-. Itu belum ditambah kelengkapan lainnya, seperti MCK, sumur, listrik, gapura, rabat, drainase, dan lain sebagainya.

Menurut Gunaryo, pembangunan embung wisata ini menerapkan pola multiyears atau akan dibangun hingga selesai selama dua tahun, yaitu anggaran Dana Desa Tahun 2018 dan Tahun 2019.

“Untuk menciptakan destinasi wisata diperlukan biaya besar agar bisa melengkapi unsur-unsur pariwisata. Oleh sebab itu, pembangunan embung wisata ini Tahun 2018 akan dilanjutkan di Tahun 2019. Mudah-mudahan Tahun 2019 bisa maksimal dan layak untuk dikunjungi. Tahun 2018 ini sementara baru jadi embungnya dulu,” ujar Gunaryo bersemangat.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, saat ini pembangunan embung wisata yang menggunakan Dana Desa Tahun 2018 sudah menghasilkan badan embung, sumur bor dan MCK, pengadaan listrik, rabat beton, gazebo/pondokan, drainase, gorong-gorong, pintu air, dan gapura atau gerbang pintu masuk.  

Sementara menurut Sekretaris Desa Adiwarno, Amin, masyarakat desa sangat antusias dengan pembangunan embung wisata ini.

“Masyarakat sangat mendukung, terbukti dengan disepakatinya untuk meneruskan pembangunan embung wisata ini agar maksimal di Tahun 2019. Masyarakat sudah mulai kreatif untuk menciptakan peluang-peluang usaha jika nantinya embung wisata ini benar-benar ramai pengunjung,” ujar Amin.

Ditanya mengenai konsep embung wisata Desa Adiwarno ini, Pendamping Desa Tenaga Infrastruktur (PDTI) Kecamatan Batanghari, Aan Setiawan, ST., menyatakan bahwa konsep diserahkan sepenuhnya ke desa. Selaku pendamping siap untuk membantu jika ada hal-hal teknis yang membutuhkan bantuan, baik pemikiran, ide, maupun tenaga.

“Kami pendamping desa Kecamatan Batanghari ada tiga orang, ditambah pendamping lokal desa (PLD). Kami sangat mendukung gagasan embung wisata ini. Kami selalu berkoordinasi dan tukar pikiran berdasarkan referensi-referensi yang ada untuk sama-sama menciptakan destinasi wisata yang layak. Kami meyakini, semakin banyak orang yang terlibat maka akan semakin banyak ide yang bagus dan unik. Embung wisata ini harus memiliki ciri khas tersendiri yang unik. Kami akan mendampingi semaksimal mungkin. Tahun 2019 ini kemungkinan besar desa akan lebih banyak menganggarkan untuk wahana-wahan permainan, kelengkapan fasilitas, dan hal-hal yang bersifat untuk keindahan serta menarik minat pengunjung,” tutur Aan yang mengaku sangat senang dan tertantang jika desa memiliki ide-ide kreatif dalam penggunaan dana desa.

Selanjutnya, selaku penanggung jawab pengelolaan dana desa,  Gunaryo sangat berharap tujuan pembangunan embung wisata ini dapat tercapai sesuai rencana.

“Pengelolaan embung wisata ini nantinya akan diserahkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mohon bimbingan dan dukungan dari semua pihak. Saya sangat berharap embung wisata ini bisa menambah PADes dan Adiwarno mampu masuk dalam kategori Desa Mandiri. Terima kasih pemerintah,” pungkas Gunaryo. (red)